Author Archives: The Indonesian Institute

Survei: Frekuensi Pemberitaan PDIP Terbanyak

Pemantauan media melalui survei yang dilakukan The Indonesian Institute menyebutkan PDI Perjuangan mendapatkan frekuensi pemberitaan terbanyak di media massa cetak dan dalam jaringan sebesar 26 persen. “Diikuti Partai Demokrat 13 persen, Golkar 11 persen, Gerindra 10 persen, dan PKS sembilan persen,” kata peneliti TII Arfianto Purbolaksono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin. Arfianto mengatakan, kelima parpol itu merupakan partai yang ...

Read More »

MEDIA MONITORING KAMPANYE PEMILU 2014

Read More »

The INDONESIAN FORUM Seri 32 “SERI KHUSUS LAUNCHING HASIL MEDIA MONITORING KAMPANYE PEMILU 2014”

Laporan Media Monitoring Kampanye Pemilu 2014_TII_FinalThe INDONESIAN FORUM Seri 32: SERI KHUSUS LAUNCHING HASIL MEDIA MONITORING KAMPANYE PEMILU 2014 THE INDONESIAN INSTITUTE” Hari, tanggal    :  Senin,  7 April 2013 Waktu                 :  14.00-16.00 WIB Tempat               :  Gd The Indonesian Institute, Jl Wahid Hasyim 194 Kp Bali Jakarta Pusat. Fokus Diskusi  : Menyimak Pemberitaan Partai Politik Di Masa Kampanye Terbuka Pemilu ...

Read More »

Update Indonesia Volume VIII No. 09 April 2014 (Bahasa Indonesia)

Publikasi bulanan The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Update Indonesia — Volume VIII, No. 09 – April 2014. Laporan utama Update Indonesia bulan April 2014 kali ini mengangkat judul “Menyimak Pencapresan Jokowi: Diantara Suara Rakyat dan Suara Elit”. Bidang hukum mengulas tentang “Cuti Kampanye Pejabat”. Bidang Politik membahas tentang “Keputusan MK Tentang Presidential Threshold (PT) dan Peta ...

Read More »

Update Indonesia Volume VIII No. 08 March 2014 (English)

Ahead of the 2014 elections, there is one electoral institution that often escapes the attention of the public. The agency is the Constitutional Court (MK). The institution will be the judge of any election disputes. The problem is that this time there are two vacant constitutional judge positions. According to Article 4, Paragraph 1 of Law no. 24/2003 on the ...

Read More »

Kesadaran Politik Masyarakat dan Kampanye Pemilu

Kesadaran politik sangat berhubungan erat dengan partisipasi politik masyarakat. Ada dua bentuk partisipasi politik yang berkaitan dengan momen pemilu seperti saat ini, yaitu ikut serta dalam kampanye pemilu dan memberikan suara dalam pemilihan umum. Partisipasi politik tanpa kesadaran politik itu bisa saja terjadi. Seperti pada kasus pemilih yang hanya sekedar menggunakan pilihannya, namun sebenarnya ia hanya asal memilih. Sebaliknya, partisipasi ...

Read More »

Karawang : Lumbung Padi Nasional Salah Urus ?

Dulu, Karawang dikenal dengan sebutan lumbung padi nasional. Namun, seiring dengan ditetapkannya wilayah ini sebagai daerah kawasan industri, terjadi pengalihfungsian lahan besar-besaran. Akibatnya, lahan pertanian pun menipis dan para petani pun seolah-olah telah ‘tersingkir’ dari tanahnya sendiri. Pertanyaannya kemudian adalah, apakah sebutan ‘lumbung padi nasional’ masih layak untuk disandang oleh kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat ini? “Karawang sejahtera ...

Read More »

Update Indonesia Volume VIII No. 08 Maret 2014 (Bahasa)

Update Indonesia Volume VIII No. 08 Maret 2014 (Bahasa)

Read More »

Stop Membahas Money Politics Kelas Teri

beritabatavia.com – Pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, menilai sudah saatnya kita tidak terpaku pada kebiasaan money politics kelas teri. Kita harus mulai mengungkap money politics kelas kakap, seperti misalnya praktek jual beli suara. ‘Menurut saya wajar saja jika misalnya seorang caleg mengumpulkan massa, kemudian memberikan visi misi kemudian pulang memberikan ongkos atau nasi bungkus. Memangnya massa mau ...

Read More »

Incumbent Terbiasa Gunakan Pengaruhnya

Ketua Badan Litbang Partai Golkar, Indra J Piliang mewanti-wanti untuk mewaspadai calon legislatif incumbent (petahana) dalam Pemilu Legislatif 9 April mendatang. Menurut dia, incumbent bisa menggunakan pengaruhnya untuk menekan pegawai yang ada di jajarannya, untuk memilih sang incumbent. ‘Bisa saja incumbent menggunakan pengaruhnya untuk menekan pegawai bersangkutan untuk memilih dia, sekalian dengan keluarganya, dan lingkungannya. Jika tidak mau, pegawai dimutasi. ...

Read More »