
Putu Rusta Adijaya – Peneliti Bidang Ekonomi, The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research.
Putu Rusta Adijaya – Peneliti Bidang Ekonomi
Putu Rusta Adijaya adalah lulusan S1 Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya pada tahun 2019. Selama masa perkuliahan, Putu aktif dalam organisasi kemahasiswaan di UNIKA Atma Jaya, yaitu sebagai Kepala Divisi Riset dan Pengembangan, Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HiMEP), dan Koordinator Himpunan Mahasiswa Ekonomi Manajemen (HiMEM) di Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sebelum bergabung dengan The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Putu ikut terlibat penelitian di beberapa sektor industri, seperti energi, riset pasar, keberlanjutan, dan media.
Sejalan dengan beberapa pengalaman riset yang pernah dilakukannya, Putu memiliki fokus kajian dan minat penelitian pada bidang ekonomi politik, energi, ekonomi lingkungan, dan keberlanjutan,
Made Natasya Restu Dewi Pratiwi – Peneliti Bidang Sosial

Made Natasya Restu Dewi Pratiwi – Peneliti Bidang Sosial, The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research.
Made Natasya Restu Dewi Pratiwi (Natasya) adalah Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute. Natasya lulus dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) tahun 2024 dengan menyelesaikan konsentrasi epidemiologi. Fokus isu yang digelutinya adalah di bidang kesehatan masyarakat, kesehatan reproduksi, kesetaraan gender, pendidikan, krisis iklim, dan SDGs (Sustainable Development Goals). Sebelum bergabung dengan TII, Natasya aktif berkegiatan di bidang advokasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Penelitian dan penulisan kajian Natasya pernah didiseminasikan pada program Gerakan UI Mengajar X (isu pendidikan di tahun 2020), BEM IM FKM UI (isu perokok anak, COVID-19, BPJS Kesehatan, dan limbah PLTU di tahun 2021), PIK-R Rumah Panda FKM UI (isu pernikahan anak dan kekerasan seksual di tahun 2021), FKM UI Peduli 18 (isu stunting di tahun 2022), 2030 Youth Force Indonesia (isu krisis iklim, Meaningful Inclusive Youth Participation, dan pernikahan anak di tahun 2023), magang Pilar Sosial Sekretariat Nasional SDGs Bappenas (pembuatan Laporan Tahunan SDGs di tahun 2023), dan magang Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (pembuatan analisis program eliminasi kanker serviks di tahun 2023).
Terbaru, Natasya terpilih sebagai Junior Research Consultant melalui pendanaan hibah penelitian terkait krisis iklim yang diberikan oleh Yayaan HIVOS, Teens Go Green Indonesia, dan Ecoxyztem. Melalui hibah tersebut, Natasya meneliti tentang gambaran dampak krisis iklim terhadap manajemen kebersihan menstruasi pada perempuan usia 10-45 tahun di Pulau Pari.

Afifah Fitriyani Oceanto – Peneliti Bidang Hukum, The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research.
Afifah Fitriyani Oceanto – Peneliti Bidang Hukum
Afifah Fitriyani Oceanto adalah Peneliti Bidang Hukum di The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research. Afifah merupakan lulusan berprestasi Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera dan penerima Beasiswa Jentera. Fokus kajiannya meliputi hukum tata negara, demokrasi dan pemilu, gender, hak asasi manusia, serta hukum teknologi, media, dan telekomunikasi (TMT).
Afifah aktif terlibat dalam berbagai forum dan inisiatif regional di kawasan Asia-Pasifik. Afifah merupakan Fellowship Awardee Digital Rights in the Asia-Pacific Assembly 2024 dan 2025 yang diselenggarakan oleh EngageMedia di Taipei dan Kuala Lumpur, serta Youth Fellow Digital Rights in the Asia-Pacific Connect 2026. Melalui berbagai program tersebut, ia berkontribusi dalam diskusi mengenai demokrasi digital, tata kelola teknologi, hak asasi manusia, gender, dan kebebasan sipil di era digital.
Selain melakukan penelitian, Afifah juga aktif menulis dan mengembangkan konten advokasi publik mengenai hak digital, keamanan digital, kekerasan berbasis gender daring, serta gerakan sosial dan demokrasi. Beberapa karyanya antara lain Refleksi atas Gerakan Pemuda Melawan Represi Negara di Bangladesh dan Indonesia, Apa yang Harus Kamu Ketahui di Era Digital?, Pasal Living Law KUHP: Melindungi atau Membatasi Masyarakat?, dan DigRiAct 101: Ruang Aman, Kekerasan Berbasis Gender, dan Hal-Hal yang Belum Selesai. Melalui riset dan advokasinya, Afifah berupaya mendorong kebijakan publik yang berbasis bukti serta perlindungan hak-hak fundamental di Indonesia.
The Indonesian Institute Center For Public Policy Research