Publikasi

Update Indonesia Volume V No. 08 Desember 2010 (Bahasa Indonesia)

Masyarakat Indonesia merasakan keprihatinan mendalam terhadap nasib Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menderita penganiayaan bahkan tewas mengenaskan di luar negeri. Pada November 2010, setidaknya dua penganiayaan luar biasa terjadi pada Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia. Yang pertama, Sumiati Salan Mustapa (23 tahun), asal Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Madinah, Arab Saudi, mengalami luka ...

Read More »

Menegakkan Hukum dan Hak Warga Negara

Buku ini berangkat dari kegundahan buruknya kondisi kebebasan berekspresi di Indonesia. Sejatinya, setelah sepuluh tahun reformasi, kondisi kebebasan kita semakin baik. Politik yang semakin stabil dan pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus semestinya diiringi dengan pencapaian di bidang lain, khususnya menyangkut kebebasan pers, buku, dan film. Buku ini diniatkan sebagai guideliness yang bisa digunakan oleh para politisi, pengambil keputusan, dan pemimpin ...

Read More »

Update Indonesia Volume V No. 07 November 2010 (English)

Yudhoyono administration was marked by many demonstrations showing the people’s disappointments. There was little appreciation shown by the people. Even though Yudhoyono has conveyed to the public a variety of his achievements, which had been done by the government within one year, it is a bit difficult to give a positive appreciation to the government’s performance amidst piling problems. It ...

Read More »

Update Indonesia Volume V no. 07 November 2010 (Bahasa Indonesia)

Satu tahun Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono–Boediono ramai disambut berbagai aksi demonstrasi kekecewaan, tetapi sepi apresiasi dari rakyat. Meskipun SBY telah menyampaikan berbagai capaian dan tentunya banyak yang telah dilakukan pemerintah dalam satu tahun ini, namun agak sulit untuk memberikan apresiasi positif atas kinerja pemerintah di tengah banyaknya tumpukan persoalan. Wajar jika tingkat kepuasaan publik terhadap Pemerintahan SBY-Boediono hari-hari ini kian ...

Read More »

Update Indonesia Volume V No. 06 October 2010 (English)

The Indonesia-Malaysia confrontation as happened during the reign of President Sukarno (1963-1966) could transpire again sometime in the future. The confrontation back in the 1960s was triggered by the establishment of a British puppet state in northern Borneo. It was seen as a new form of British imperialism and colonialism, using Malaysia as a disguise. Since then, the Indonesia-Malaysia conflicts ...

Read More »

Update Indonesia Volume V No. 06 Oktober 2010 (Bahasa Indonesia)

Konfrontasi Indonesia-Malaysia pada masa pemerintahan presiden Soekarno (1963-1966) ternyata masih menyisakan bara konflik yang masih timbul di kemudian hari. Kalau konfrontasi ketika itu dipicu oleh adanya pembentukan negara boneka buatan Inggris di Kalimantan Utara yang merupakan wujud imperialisme dan kolonialisme baru Inggris atas nama Malaysia, maka konflik Indonesia–Malaysia setelah itu dipicu oleh berbagai sebab antara lain: pelanggaran perbatasan kedua negara, ...

Read More »

Update Indonesia Volume V No. 05 September 2010 (English)

The Jakarta congestion problem reemerged into public discussion. Jakarta has reached its maximum point of carrying capacity. Due to this congestion, the losses endured by the business sector reach a level of IDR 12.8 trillion per year. Another study shows that the average traffic speed of in this city is 20, 21 km / hr. Nearly 60 percent of the ...

Read More »

Update Indonesia Volume V No. 05 – September 2010 (Bahasa Indonesia)

Kemacetan Jakarta kembali menjadi bahan diskusi publik. Jakarta kini menuju titik batas daya dukungnya. Akibat kemacetan ini, sektor usaha di rugikan hingga mencapai Rp 12,8 triliun pertahun. Data lain menunjukan bahwa kecepatan rata-rata lalu lintas di kota ini adalah 20.21 km/jam. Hampir 60 persen adalah waktu hambatan, sedangkan 40 persen sisanya adalah waktu bergerak. Tidak heran oleh karenanya jika studi ...

Read More »

Update Indonesia Volume V No. 04 August 2010 (English)

The discourse on the need to increase the level of parliamentary threshold (PT) – the minimum threshold that is required to gain seats in the parliament – from 2.5 percent in the 2009 legislative elections to 5 percent in the 2014 elections in the revised Elections Law has been increasingly discussed. The main argument to increase PT is to simplify ...

Read More »

Update Indonesia Volume V No. 04 Agustus 2010 (Bahasa Indonesia)

Wacana tentang perlunya peningkatan angkat parliamentary threshold (PT) – ambang batas persyaratan minimal untuk mendapatkan kursi di parlemen – dari 2,5 persen pada Pemilu Legislatif 2009 menjadi 5 persen di Pemilu 2014 dalam revisi Undang-Undang Pemilu mulai hangat diperbincangkan. Argumen utama diperlukannya peningkatan PT adalah untuk menyederhanakan jumlah partai sekaligus meningkatkan kualitas demokrasi dan efektifitas pemerintahan. Rencana menaikkan persentase PT ...

Read More »