Author Archives: Made Natasya Restu Dewi Pratiwi

Policy Assessment 2025 – Analisis Implementasi Program Makan Bergizi Gratis Sebagai Strategi Penurunan Stunting di Indonesia

The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) kembali menerbitkan publikasi tahunan Policy Assessment 2025. Edisi Policy Assessment tahun 2025 dari bidang sosial kali ini menyajikan analisis kritis terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai strategi penanganan stunting di Indonesia. Kajian ini menunjukkan bahwa meskipun MBG menjadi salah satu program quick-win pemerintahan Prabowo-Gibran, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan ...

Read More »

Kawin Anak Karena Tradisi, Di Manakah Taring UU TPKS?

Belakangan ini, Indonesia dihebohkan dengan adanya perkawinan anak di bawah umur, RS (16 tahun) dan YMS (14 tahun) yang terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Meskipun perkawinan tersebut terjadi di bawah batas usia perkawinan minimal menurut UU No 16 Tahun 2019, yakni 19 tahun, perkawinan tetap dapat dilangsungkan karena dilakukan secara adat tanpa tercatat secara resmi di ...

Read More »

Dokter Umum Bisa Operasi Caesar: Benarkah Dibutuhkan Indonesia?

Untuk menangani masalah keterbatasan tenaga dokter spesialis kandungan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dan menekan kematian ibu dan bayi akibat keterlambatan penanganan medis, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mewacanakan pemberian izin bagi dokter umum untuk melakukan operasi caesar (Kompas.com, 18/05/2025). Wacana ini dikritisi oleh pakar kesehatan karena dianggap membahayakan keselamatan ibu saat proses persalinan. Kekhawatiran ini kemudian direspons ...

Read More »

Jelang Implementasi Sekolah Rakyat, Bisakah Memutus Kemiskinan?

Pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 8 Tahun 2025 menetapkan pembentukan Sekolah Rakyat sebagai salah satu strategi untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia (Kemensos RI, 2025). Program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga termiskin, khususnya 1–10 persen lapisan terbawah yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal melalui pendekatan berbasis asrama, kurikulum fleksibel (multi entry dan exit), dan model ...

Read More »

Obesitas Mengancam! Akankah Label GGL Menjadi Penyelamat?

Di tengah huru-hara Indonesia gelap, pemerintah di sektor kesehatan mulai memperhatikan masalah obesitas. Bertepatan dengan rangkaian peringatan hari obesitas sedunia yang bertemakan “Changing Systems, Healthier Lives” pada tanggal 4 Maret lalu, Kemenkes RI mengumumkan sedang dalam proses penyusunan Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) untuk pelabelan kandungan Gula, Garam, dan Lemak (GGL) pada makanan serta minuman (antaranews.com, 5/03/2025). RPMK ini disusun ...

Read More »