Paste your Google Webmaster Tools verification code here
Foto Banker.az

Suku Bunga The Fed Terkunci, Pengamat: Momen Cantik Kejar Bunga Kredit Single Digit

Pengamat Ekonomi The Indonesian Institute, M Rifki Fadilah mengatakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve diprediksi akan segera mengakhiri siklus kenaikan suku bunga pada tahun 2019. Pasalnya berdasarkan survey Blomberg yang dirilis (17/3/2019), rata-rata tanggapan dalam jajak pendapat Bloomberg pada 13-15 Maret memperkirakan kenaikan suku bunga satu kali oleh The Fed terjadi pada September dengan batas atas menyentuh 2,75 persen.

Rifki menilai jika menilik data-data ekonomi AS yang belum sesuai harapan, seperti pertumbuhan ekonomi AS yang melambat dan dipengaruhi oleh terbatasnya stimulus fiskal. Belum lagi permasalahan struktural tenaga kerja dan menurunnya keyakinan pelaku usaha. Maka hal inilah yang bakal menghambat nafsu The Fed untuk mengerek suku bunga, maupun Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) untuk dapat mengambil momentum tersebut dan memanfaatkan peluang menurunkan suku bunga.

“Ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi AS melambat, The Fed kini sedang berupaya menggunakan instrumen lain untuk menyedot likuiditas di pasar. Misalnya dengan merampingkan neraca keuangannya dengan cara melepas surat-surat berharga ke pasar,” jelas Rifki dalam keterangan tertulisnya di Jakarta (21/3/2019).

Jika melihat The Fed terus-terusan menahan kenaikan suku bunga, maka situasi ini dapat menjadi momen cantik bagi pemegang kebijakan makro di Indonesia untuk menurunkan suku bunga. Sehingga suku bunga acuan bisa diturunkan menjadi single digit.

“Jika kita lihat, tahun ini The Fed diperkirakan hanya menaikkan FFR dua kali. Bahkan, belakangan ini muncul analisis baru bahwa FFR pada 2019 kemungkinan tidak naik sama sekali,”imbuhnya.

Lebih lanjut Rifki menjelaskan dengan posisi FFR yang tak bergeming dilevel 2,25-2,50 persen, maka pasar finansial akan bergerak lebih tenang dan terukur.

Sementara di dalam negeri kita bisa melihat bahwa margin bunga bersih (net interest margin/NIM) rata-rata perbankan yang telah berangsur turun ke angka 4,85 persen pada tahun 2018 kemarin. Alhasil, ini merupakan stimulus untuk mengerek turun bunga kredit.

Sumber: Akurat.co

Komentar