PENGAMAT ekonomi dari The Indonesian Institute, M. Rifki Fadilah, menilai semestinya dua Calon Wakil Presiden (Cawapres), Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno, berfokus pada gagasan kebijakan untuk meningkatkan level pendidikan angkatan kerja Indonesia. Menurutnya di Jakarta, Senin (18/3/2019), peningkatan level pendidikan angkatan kerja menjadi solusi untuk memperbaiki kualitas tenaga kerja domestik saat karena banyak tenaga kerja asing yang kini menempati posisi ...
Read More »Berita TII
Pengamat: Kedua Cawapres Minim Bicara Kelompok Minoritas
Persoalan kelompok minoritas dan kelompok rentan tidak tersentuh dalam Debat Cawapres pada Ahad (17/3). Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Nopitri Wahyuni mengatakan kedua Cawapres banyak membahas isu-isu populer tanpa merangkak sedikit pada kondisi sosial yang terjadi dan mandeg-nya pembahasan kebijakan yang mengakomodasi persoalan tersebut. “Isu kelompok disabilitas, perempuan maupun komunitas Masyarakat Adat tidak menjadi bagian dari substansi debat. Padahal ...
Read More »Ma’ruf Amin dan Sandiaga Dikritik Sama Saja, Lupa Hak 3 Kelompok Rentan
Kedua calon wakil presiden (Cawapres) Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno sama-sama menuai kritik karena masih sedikit berbicara mengenai kepentingan kelompok minoritas dan golongan rentan dalam depat pilpres ronde ketiga semalam. “Isu kelompok disabilitas, perempuan maupun komunitas Masyarakat Adat tidak menjadi bagian dari substansi debat,” kata Peneliti bidang sosial The Indonesian Institute Nopitri Wahyuni, kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/3). Menurut Nopitri, kondisi sosial saat ini ...
Read More »Praktisi Hukum: OTT Ketum PPP Romahumuziy Bukti Politisi Tak Pernah Belajar!
Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy menjadi pukulan telak bagi para politisi Indonesia. Praktisi hukum dari Indonesian Institute Muhammad Aulia Y Guzasiah menilai OTT Rommy yang juga anggota Komisi XI DPR itu seperti tamparan sekaligus menghadirkan lagi perilaku korup dalam perpolitikan Tanah Air. “Seakan para politikus bangsa ini tidak pernah belajar dari peristiwa dan sejarah yang telah lalu-lalu,” ...
Read More »Pengamat: Kasus Ketum PPP Tunjukan Korupsi Politik Tak Pernah Selesai di Indonesia
Pengamat hukum The Indonesian Institute Aulia Y Guzasiah menilai kasus yang menimpa Ketua Umum DPP PPP M. Rommahurmuziy menunjukkan bahwa korupsi politik masih terus terjadi dan tidak pernah selesai di Indonesia. “Seakan para politisi bangsa ini tidak pernah belajar dari peristiwa dan sejarah yang telah lalu,” kata Aulia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu. Dia menilai peristiwa tersebut sebagai tamparan ...
Read More »Pengamat: Partai Politik Harus Berbenah
Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute, Arfianto Purbolaksono, menyebut partai politik harus berbenah. Arfianto sepakat dengan Pidato Ketua Umum Partai solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, dalam Festival 11 di Medan baru-baru ini. “Partai politik harus berubah dengan memperkuat kelembagaan partai politik agar dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai institusi demokrasi dengan optimal,” kata Arfianto di Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019. ...
Read More »Kritik PSI Untuk Partai Nasionalis Harusnya Jadi Cambuk Untuk Reformasi Kelembagaan
Pidato politik yang disampaikan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie harusnya dijadikan cambuk bagi partai-partai nasionalis untuk mereformasi diri. Bagaimana tidak, Grace langsung menghujankan kritik langsung pada masalah yang selama ini lalai untuk diawasi seperti kasus korupsi atau toleransi. Demikian pernyataan peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute, Arfianto Purbolaksono, saat dihubungi, Kamis, (14/3), petang tadi. ““Kritikan Grace yang tajam dalam ...
Read More »Pengamat: Pidato Grace Cambuk Parpol Lain untuk Berubah
Pidato Ketua Umum Partai solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie seharusnya menjadi cambuk bagi semua partai politik (parpol) untuk mereformasi diri. Parpol harus mengubah kebiasaan lama dengan sesuatu hal baru. Hal itu diungkapkan peneliti bidang politik The Indonesian Institute, Arfianto Purbolaksono, di Jakarta, Kamis(14/3/2019). Anto menilai, pidato Grace ditujukan ke semua partai politik, bukan hanya partai nasionalis namun juga yang bercorak ...
Read More »Analis nilai pidato Grace Natalie wajar
Konteks koalisi hanya berlaku untuk pilpres semata. Untuk kepentingan pileg, antar partai saling beradu untuk mendapatkan suara sebanyak mungkin. Tak terkecuali antar partai dalam koalisi itu sendiri.” Jakarta (ANTARA) – Analis politik The Indonesian Institute (TII) Fadel Basrianto menilai pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie yang menyinggung keterlibatan aktif PDIP dan Golkar dalam rancangan perda syariah, sah secara ...
Read More »MPR: Politik Aliran Agama Paling Berpengaruh pada Pilpres 2019
Isu Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) adalah isu yang masih mengganjal terutama menjelang Pemilu serentak 2019. Sejatinya, isu SARA sudah tidak lagi menjadi bahan perdebatan di Indonesia sebab para pendiri bangsa Indonesia sejak dahulu sudah merumuskan dan menjadi satu kesepakatan bersama bahwa keberagaman adalah kekayaan bangsa Indonesia bahkan menjadi elemen utama terbentuknya negara Indonesia. Para pendiri bangsa dahulu ...
Read More »
The Indonesian Institute Center For Public Policy Research