Paste your Google Webmaster Tools verification code here
Foto TII.

Menilai 100 Hari Pemerintahan Jokowi JK

Perjalanan seratus hari pemerintahan Jokowi-JK tidak luput dari perhatian pemberitaan media massa. Penilaian media massa merupakan realitas dari kinerja Pemerintahan Jokowi-JK selama seratus hari masa kerjanya ini.

Berdasarkan media monitoring yang dilakukan The Indonesian Institute, terhadap headline surat kabar nasional selama kurun waktu 100 hari pemerintahan Jokowi-JK, terdapat 12 isu yang menjadi headline. Isu tentang kenaikan harga BBM menjadi isu yang paling menjadi sorotan dengan 16 persen. Isu polemik pemilihan Kapolri menduduki urutan kedua dengan 14 persen, dan isu reformasi tata kelola migas di urutan ketiga  dengan 12 persen.

Disini kita dapat melihat bahwa kerja pemerintah yang paling banyak mendapatkan sorotan surat kabar adalah di bidang ekonomi dan hukum. Di kedua bidang tersebut terdapat isu-isu yang mendapatkan penilaian positif dan kritis dari surat kabar.

Pada pemberitaan yang bernada positif selama tiga bulan jalannya pemerintahan Jokowi-JK ditujukan pada isu reformasi tata kelola migas yang dilakukan Kementerian ESDM. Sedangkan pada pemberitaan yang bernada negatif, surat kabar banyak menyoroti isu kenaikan harga BBM. Isu kenaikan harga BBM mendapatkan nada negatif sebesar 30 persen.

Diikuti dengan pemberitaan mengenai pemilihan Kapolri yang mendapatkan 19 persen nada negatif. Nada pemberitaan negatif pada isu ini, ditujukan pada Presiden Jokowi yang dianggap terlalu diintervensi kepentingan koalisi Parpol pengusung dalam menentukan calon kapolri.

Begitu juga jika kita melihat isu mengenai pemilihan Jaksa Agung, dimana penilaian surat kabar yang bernada negatif sebesar 7 persen, ditujukan dengan tidak lepasnya Presiden Jokowi dalam pengaruh partai Koalisi pengusungnya.

Namun secara umum nada pemberitaan selama tiga bulan jalannya pemerintahan Jokowi-JK, nada positif masih sedikit lebih banyak dibandingkan dengan yang negatif terhadap kinerja mereka. Nada positif headline surat kabar sebesar 60 persen dibandingkan negatif yang sekitar 40 persen.

Ini menggambarkan bahwa ketika diawal terpilihnya Jokowi sebagai Presiden memunculkan harapan tinggi dari masyarakat. Akan tetapi, setelah pelantikan kabinet, lambat laun harapan tersebut mengalami penurunan di 100 hari masa kerjanya ini.

Arfianto Purbolaksono, Peneliti Bidang Politik di The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research. arfianto@theindonesianinstitute.com

Komentar