Foto Akurat.co

Jika Perang Dagang Berlanjut, Ekonomi Global Terancam!

Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai jika Perang Dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China tak kunjung berhenti, maka ada risiko besar menyangkut pertumbuhan ekonomi global. Menurut Menkeu harus ada upaya legowo dari kedua belah pihak untuk sama-sama mencapai kesepatakan demi kepentingan internasional.

Pasalnya, kondisi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2018 silam hanya mampu tumbuh 3,5 persen dan diharapkan tahun 2019 ini bisa naik paling tidak 1 persen menjadi 3,6 persen. Akan tetapi bahaya Perang Dagang menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, jika tidak diselesaikan bakal berpengaruh menghambat target pertumbuhan itu dan hanya akan tumbuh 3,1 persen.

<ins ‘=”” data-ad-layout=in-article data-ad-format=fluid data-ad-client=ca-pub-9188791416509229 data-ad-slot=6627834059 data-adsbygoogle-status=done style=’box-sizing: border-box’> Sementara itu, Ekonom Indonesia Global for Justice (IGJ), Hafidz Afandi menilai pertumbuhan ekonomi global memang hanya akan mampu tumbuh dikisaran 3 persen. Menurutnya indikasi belum terselesaikan Perang Dagang dan lemahnya permintaan ekonomi global menjadi penyebab melambatnya perekonomian global tersebut.

“Kalau melihat indikatornya, pertumbuhan ekonomi dunia memang ada dikisaran 3 persen saja,” kata Hafidz di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Senada dengan itu, Ekonom The Indonesian Institute Muhammad Rifki Fadilah menyatakan perekonomian global akan sulit tembus pada angka 3,6 persen lantaran ada banyak hal yang membuat pertumbuhan ekonomi global gagal rebond di tahun ini.

“Saat ini sudah banyak lembaga yang mengoreksi pertumbuhan ekonomi dunia, mulai dari IMF, World Bank dan juga lembaga lainnya,”pungkasnya.

Sumber: Akurat.co

Komentar