Paste your Google Webmaster Tools verification code here
Foto Liputan6.com

Susun Kabinet, Jokowi-Ma’ruf Diminta Sensitif Gender

Direktur The Indonesia Institute Adinda T Muchtar berharap kepada pasangan presiden terpilih Joko Widodo dan Maruf Amin dalam kabinetnya nanti tidak bias gender. Menurut Adinda, representasi perempuan mesti proporsional dalam kabinet Jokowi Jilid II itu.

“Perhatikan juga persentase gender. Buat saya lebih banyak juga partisipasi perempuan sangat penting,” ucap Adinda dalam sebuah diskusi di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (18/7) malam.

Adinda tidak menjelaskan kenapa mesti dilakukan hal itu. Ia justru menambah representasi lain di kabinet Jokowi-Maruf, yakni representasi lembaga antikorupsi.

“Perlu juga dilibatkan komisi-komisi yang ada, misalnya KPK, PPATK, dan sebagainya,” saran Adinda.

Selain itu yang terpenting dari semuanya, kata Adinda, ialah presiden harus memastikan bahwa para anggota kabinetnya nanti satu visi dengannya. Kalau tidak, maka sangat jelas akan menghambat upaya presiden untuk mengeksekusi program-programnya. Padahal program kerja sendiri disusun berdasarkan visi misi presiden.

“Bagaimana secara ideologis orang tidak bisa bekerja sama. Sementara kita punya visi seperti itu…kita punya masalah serius terkait radikalisme dan penegakan hukum dan HAM ” kata Adinda.

Adinda menilai bahwa seharusnya sikap sensitif HAM harus ada dalam anggota kabinet Jokowi-Maruf kelak. “Ini sangat relevan dengan program Jokowi tentang reformasi birokrasi. Kalau ini juga tidak terefleksi (di kabin), maka tidak heran nantinya orang akan mengkritik bahwa visinya itu tidak konsisten,” tegasnya.

Sumber: Merdeka.com

Komentar