Paste your Google Webmaster Tools verification code here
Foto Klikanggaran.com

Peneliti: Ini Momen Cantik Kejar Bunga Kredit Single Digit

Sesuai dengan ekspektasi dan ramalan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) kemarin (19/03) resmi memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7Day Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) di level 6 persen dengan rincian deposit facility rate tetap 5.25 persen dan lending facility juga tetap 6.75 persen.

Hal ini sedikit banyak dipengaruhi juga oleh kecenderungan The Fed menahan suku bunga acuan, lantaran ekonomi AS yang belum sesuai harapan.

Muhamad Rifki Fadilah, Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute, menilai, hal ini didasarkan pada data-data ekonomi AS yang belum sesuai harapan. Seperti pertumbuhan ekonomi AS pun melambat dipengaruhi oleh terbatasnya stimulus fiskal, permasalahan struktural tenaga kerja, dan menurunnya keyakinan pelaku usaha. Inilah yang bakal menghambat nafsu The Fed untuk mengerek suku bunga.

“Ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi AS melambat, The Fed kini sedang berupaya menggunakan instrumen lain untuk menyedot likuiditas di pasar. Misalnya dengan membenahi neraca keuangannya dengan cara melepas surat-surat berharga ke pasar,” tutur Rifki.

Selain hal tersebut di atas, masih menurut Rifki, keputusan The Fed menahan suku bunga menjadi momentum cantik bagi Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan. Sehingga suku bunga kredit bisa dikejar menuju level single digit tahun ini.

“Jika kita lihat, tahun ini The Fed diperkirakan hanya menaikkan FFR dua kali. Bahkan, belakangan ini muncul analisis baru bahwa FFR pada 2019 kemungkinan tidak naik sama sekali,” kata Rifki.

Menurut pengamat ekonomi ini, dengan posisi FFR yang seolah “terkunci” di level 2,25-2,50%, pasar finansial akan bergerak lebih tenang dan terukur. Selanjutnya, dari dalam negeri kita bisa melihat bahwa margin bunga bersih (net interest margin/NIM) rata-rata perbankan yang telah berangsur turun ke angka 4,85% pada tahun 2018 kemarin. Alhasil, ini merupakan stimulus untuk mengerek turun bunga kredit.

Rifki mengingatkan bahwa BI juga harus terus meningkatkan efisiensi dan meningkatkan pendapatan lain. Seperti pendapatan non-bunga (fee based income) guna membantu mengkatrol penurunan suku bunga. Sembari juga membenahi persoalan derajat passthrough perbankan agar tidak terlalu rigid seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Menurunkan suku bunga acuan ke level yang lebih pro-sektor riil tidak boleh diabaikan lagi. Ini merupakan momen BI mengejar (lagi) mimpi bunga kredit single digit,” tutup Rifki.

Sumber: Klikanggaran.com

 

Komentar