Paste your Google Webmaster Tools verification code here

Pasangan Capres-Cawapres Diminta Serius Berantas Stunting

Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute Umi Lutfiah berharap agar kedua pasangan capres-cawapres yang bertarung dalam Pilpres 2019 serius dalam memberantas gangguan kesehatan penyebab kekerdilan atau stunting.

“Ada dua hal yang harus ditambahkan dari program kerja Jokowi-Ma`ruf dan Prabowo-Sandi terkait stunting,” kata Umi di Jakarta, Senin (15/10/18).

Umi meminta dua pasangan capres-cawapres agar fokus menyasar remaja perempuan untuk memberantas stunting.

“Remaja perempuan sebagai pencetak generasi bebas stunting harus memiliki gizi yang baik terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut Umi, peningkatan peran perempuan dalam ekonomi keluarga dan pengasuhan anak juga sangat strategis. Ia menambahkan, perempuan yang memiliki posisi ekonomi yang baik dalam keluarga akan memiliki daya tawar yang lebih baik.

“Perempuan yang dilibatkan dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak diperkuat dengan daya tawar yang baik akan memiliki kekuasaan dalam pengambilan keputusan keluarga, salah satunya dalam penentuan belanja keluarga. Harapannya, belanja keluarga akan lebih mengutamakan gizi anak/balita daripada konsumsi tidak penting, seperti rokok,” tuturnya.

Dua paslon emang sudah mencanangkan program pemberantasan stunting. Tetapi agar program itu tidak hanya menjadi janji saja jika pasangan terkait terpilih sebagai RI-1 dan RI-2 tapi direalisasikan secara nyata. karena itulah, ia dua paslon untuk memperkuat sinergi lintas kementerian/lembaga dalam upaya penurunan prevalensi stunting, karena ini merupakan langkah-langkah yang terpenting agar program pemberantasan stunting bisa benar-benar terwujud.

“Besar harapan kita, masyarakat Indonesia bahwa program kerja yang sudah luar biasa bagus ini tidak hanya terpasang manis dalam dokumen janji kampanye saja. Lebih dari itu, semua masyarakat Indonesia menantikan eksekusi nyata dari program-program tersebut agar tercipta Indonesia bebas stunting dan berdaya saing,” katanya.

Umi menekankan, persoalan stunting penting untuk disentuh paslon capres-cawapres mengingat biaya penanganan stunting balita akan jauh lebih mahal daripada upaya pencegahannya karena Stunting dapat mengakibatkan keterbelakangan kognitif dari penderita sehingga akan menyebabkan ketidakmampuan sumber daya manusia Indonesia untuk bersaing dengan negara lain. Hasil studi juga menyebutkan bahwa stunting dapat menurunkan 2-3 persen Produk Domestik Bruto Indonesia atau setara dengan Rp 300 triliun per tahun.

Sumber: Citypost.

 

Komentar