Paste your Google Webmaster Tools verification code here
Foto Rumahpemilu.

Independensi dan Kebenaran Media untuk Pemilu yang Baik.

Media massa semakin menjadi sarana strategis di jelang Pemilu 2014. Sayangnya ini tak disertai keadaan media massa yang berpihak pada kuasa politik partai. Pemilu sebagai prosedur memilih pemerintahan membutuhkan informasi yang terbuka, berimbang dan objektif yang dijadikan bahan pertimbangan rakyat untuk memilih pemerintahan yang baik.

Hal tersebut disampaikan dalam diskusi “Kiprah Media Massa Jelang Pemilu 2014” di Hotel Oria, Menteng, Jakarta Pusat (12/6).

Pegiat media, Dandhy Laksono mengatakan, televisi merupakan produk baru sebagai media massa di Indonesia. Pemerintahan otoriter Orde Baru membuat TVRI untuk menyampaikan informasi pemilu yang direkayasa pemerintah.

Tapi sayangnya, pascareformasi, peran pemerintah yang mengendalikan pemilu kini diambil alih pemodal yang menjadi peserta pemilu.

“Arti dari gambaran fakta tersebut, televisi di Indonesia disimpulkan memang dibuat untuk menguasai pemerintahan. Ini bahaya. Lebih dari sepuluh tahun kita reformasi,” kata Koordinator Divisi Penyiaran dan Media Baru Aliansi Jurnalis Independen Indonesia ini.

Praktisi media, Heru Hendratmoko mengatakan, independensi media massa terlihat rendah di tengah industri media yang banyak dimiliki pihak yang terlibat kepersertaan pemilu. Pada keadaan ini idealisme, berpegang pada kemandirian politik menjadi penting.

Heru bersyukur, ia bekerja bersama dengan orang-orang yang sebelumnya mantan aktivis. Ini menjadikan kami satu frekuensi menentukan sikap.

“Kalau ada pihak media yang tak suka pemilu, itu bohong. Pemilu itu duit. Banyak. Di sini tawaran dari peserta pemilu, pilkada atau pilpres, bernilai besar,” kata Pemimpin Redaksi KBR 68H ini.

Pakar Komunikasi, Ade Armando mengatakan, sebagai pilar demokrasi media vital dalam penyelenggara pemilu. Medialah yang mengawal pemilu untuk memilih pemerintahan yang baik. Jika medianya gagal mengawal maka perintahan yang terpilih salah.

“Apa yang dimaksud netral dalam media massa adalah berpihak pada fakta kebenaran. Media tak bisa lepas dari pihak pemodal tapi jangan menutupi kebenaran,” kata dosen Universitas Indonesia ini.

Di tengah keadaan media massa sekarang, Ade masih optimis Pemilu 2014 bisa berjalan baik dengan terpilihnya orang-orang yang baik untuk pemerintahan yang baik.

“Sejarah, gagasan, track record, komitmen, karya, peserta pemilu, khususnya calon presiden harus disampaikan sebenar-benarnya. Baik buruknya. Masih ada satu tahun. Saya optimis,” tutup Ade.

Sumber: Rumahpemilu.com.

Komentar