Paste your Google Webmaster Tools verification code here

The INDONESIAN FORUM Seri 67 “Indonesia Resesi, Bagaimana Memitigasi UMKM?”

Hari, tanggal     :  Selasa, 27 Oktober 2020

Waktu                 :  14.00 – 16.00 WIB

Tempat               :  Aplikasi Zoom Meeting The Indonesian Institute

Fokus Diskusi   :  “Indonesia Resesi, Bagaimana Memitigasi UMKM?”

Prediksi pertumbuhan ekonomi pemerintah pada triwulan III-2020 telah menggeser batas bawah dari minus 2,1 persen menjadi minus 2,9 persen. Tanpa pergeseran ini, secara teknis per definisi, Indonesia sudah memasuki resesi dengan pertumbuhan negatif dua triwulan berturut-turut. Implikasi resesi salah satunya adalah menurunnya kapasitas produksi yang berdampak kepada pengurangan faktor produksi, seperti modal dan tenaga kerja. Di dalam jangka pendek, modal/capital dalam bentuk mesin atau gedung bersifat fixed input/input yang tidak tergantung terhadap tingkat output. Sementara itu, input tenaga kerja digolongkan menjadi variable input atau input yang tergantung dari jumlah outputnya  Artinya, ketika kapasitas usaha menurun dan tidak bisa memproduksi secara maksimal, maka secara logis perusahaan juga akan mengurangi input-inputnya untuk efisiensi biaya-biaya. Maka, Pemutusan Hubungan Kerja/PHK pun tidak dapat dihindarkan.

Lebih lanjut, salah satu sektor yang paling terkena dampaknya adalah sektor UMKM. Padahal, menurut data dari KemenkopUKM, UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. Dari sisi penyerapan tenaga kerja, UMKM mampu menyerap sekitra 97,01 persen dari total penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Kemudian, terkait Produk Domestik Bruto (PDB), UMKM telah menyumbang sebesar Rp8.573,9 triliun atau sebesar 57,8 persen terhadap PDB Indonesia. Gangguan terhadap UMKM berdampak lanjutan kepada sektor sektor perekonomian lainnya, khususnya terhadap tingginya angka pengangguran.

Berbagai upaya pun telah dilakukan oleh pemerintah, salah satunya melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tercatat biaya penanganan PEN membutuhkan dana sebesar Rp598,65 triliun. Dengan rincian untuk sisi supply side (dukungan dunia usaha) sebesar Rp393,45 triliun dan sisi demand side (daya beli) Rp205,20 triliun. Lantas, sudah sejauh mana instrumen program PEN mampu membawa perekonomian Indonesia bangkit dari resesi? Dan bagaimana progress pengimplementasian  PEN khususnya untuk pelaku UMKM di Indonesia?.

Dengan demikian, The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) akan menggelar diskusi publik (The Indonesian Forum) online bertajuk: “Indonesia Resesi, Bagaimana Memitigasi UMKM?”, dengan mengundang sejumlah pihak yang relevan dan kompeten untuk membahas topik ini.

Bahan Diskusi:

  1. Bagaimana dampak COVID-19 hingga saat ini terhadap perekonomian?
  2. Bagaimana solusi mengatasi resesi dari tataran teoritis dan empiris?
  3. Bagaimana perkembangan realisasi program PEN saat ini? Serta peluang dan tantangan dalam merealisasikan program PEN?
  4. Sejauh mana efektivitas program PEN dalam mengatasi resesi ekonomi Indonesia dan bagaimana strategi pemerintah selanjutnya untuk membangkitkan ekonomi dari resesi?
  5. Bagaimana situasi dunia usaha, khususnya UMKM di masa pandemic saat ini? Serta sejauh mana manfaat program PEN yang dirasakan oleh pelaku UMKM?
  6. Kebijakan apa yang masih dibutuhkan UMKM saat ini terlepas dari adanya kebijakan PEN?

 

Pengantar diskusi oleh:

  1. Catur Susanto, Kepala Bagian Rencana dan Program, Kementerian Koperasi dan UMKM
  2. Muhamad Rifki Fadilah, Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute
  3. Lishia Erza, Komite Pengembangan Wirausaha APINDO UMKM

 

Moderator:  

Arfianto Purbolaksono, Manajer Riset dan Program, The Indonesian Institute

 

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [693.48 KB]

 

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [2.70 MB]

 

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [5.63 MB]

 

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [1.69 MB]

 

 

 

Komentar