Paste your Google Webmaster Tools verification code here

New Normal Harus Jadi Momentum Pengamalan Pancasila secara Serius

AKURAT.CO, Dalam memperingati Hari Kelahiran Pancasila, Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) Arfianto Purbolaksono mengingatkan semua pihak alan pentingnya memanfaatkan momentum New Normal.

“New Normal bukan hanya himbauan untuk melaksanakan tatanan kehidupan baru dari aspek kesehatan masyarakat. Lebih jauh, seharusnya ‘New Normal’ dapat dijadikan momentum untuk secara serius mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tata kehidupan baru kita,” ujar Arfianto dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (31/5/2020).

Menurutnya, dengan mengamalkan Pancasila secara serius, poin-poin yang terkandung di dalamnya akan bisa terwujud.

Adapun salah satu contoh belum diamalkannya nilai-nilai Pancasila terlihat dengan masih adanya persoalan intoleransi, khususnya dalam kebebasan beribadah dan berkeyakinan.

“Coba perhatikan pidato-pidato Presiden Jokowi pada setiap upacara Hari Kelahiran Pancasila, Beliau selalu mengatakan persoalan intoleransi masih menjadi ancaman bagi Pancasila dan keutuhan persatuan nasional.

Pertanyaannya, apakah setelah pidato tersebut intoleransi telah hilang? Atau minimal mereda? Ternyata, data sejumlah survei menunjukkan bahwa persoalan intoleransi masih terjadi di negeri ini,” kata Anto.

Anto mengatakan, masih maraknya persoalan intoleransi disebabkan beberapa faktor. Salah satunya yakni, masih adanya regulasi yang bermuatan intoleransi.

Regulasi yang bermuatan intoleransi salah satunya seperti Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) No. 9 Tahun 2006 dan No. 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat.

“Seringkali PBM menjadi pegangan bagi kelompok intoleran untuk menghalangi pendirian rumah ibadah kelompok minoritas di negeri ini. Sudah semestinya PBM 2006 dievaluasi guna menghilangkan intoleransi, khususnya dalam pendirian rumah ibadah,” tukasnya.

Oleh karenanya ia mengajak semua pihak untuk bisa merefleksikan hari kelahiran Pancasila dengan baik, meski di tengah pandemi.

“Momen Hari Kelahiran Pancasila jangan sampai hanya sebatas seremoni belaka. Apalagi jika saat ini dikaitkan dengan wacana pemerintah mendengungkan ‘New Normal’ di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah seharusnya lebih berani berefleksi dan menata kembali kehidupan berbangsa dengan mewujudkan nilai-nilai Pancasila,” sambung Arfianto.[]

https://akurat.co/news/id-1129117-read-new-normal-harus-jadi-momentum-pengamalan-pancasila-secara-serius

Komentar