Wacana penulisan ulang sejarah nasional kembali mencuat sehingga memantik debat tentang siapa yang berhak menulis sejarah, untuk kepentingan siapa, dan siapa yang akhirnya dikorbankan. Hal ini terjadi mengingat negara, sebagai pemegang otoritas, kerap memosisikan dirinya sebagai penentu tunggal atas narasi resmi sejarah. Padahal, pengalaman traumatis korban dan suara masyarakat sipil sering kali terpinggirkan atau bahkan dihapuskan. Hal ini semakin menimbulkan ...
Read More »
The Indonesian Institute Center For Public Policy Research