Kajian akhir tahun di bidang politik yang dilakukan oleh The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (The Indonesian Institute), INDONESIA 2025, menggunakan pendekatan Narrative Policy Framework dan discourse analysis untuk menelusuri bagaimana aktor-aktor kebijakan membingkai makna dan kepentingan dalam revisi UU TNI. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa narasi keamanan nasional yang dikendalikan pemerintah dan militer mendominasi ruang publik dan menyingkirkan wacana partisipasi sipil. Relasi kuasa yang timpang memperlihatkan bahwa kebijakan tidak hanya sah secara prosedural, tetapi juga mereproduksi hegemoni politik di balik wacana profesionalisme TNI.
Acara akan dilaksanakan pada:
Hari, tanggal: Rabu, 10 Desember 2025
Waktu: 14:00-16:00 WIB
Tempat: Zoom The Indonesian Insitute
Fokus Diskusi: “Revisi UU TNI: Narasi Keamanan vs Kontrol Sipil”
Pembicara:
1. Felia Primaresti (Manajer Riset dan Program, The Indonesian Institute Center for Public Policy Research TII)
2. Mugiyanto Sipin (Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Kementerian Hak Asasi Manusia RI)
3. Jaleswari Pramodhawardhani (Ketua Laboratorium Indonesia 45 (LAB 45))
Akses penelitian di https://www.theindonesianinstitute.com/framing-kebijakan-dalam-revisi-uu-tni-analisis-narasi-dan-relasi-kuasa/
Sampai jumpa di Policy Talks.
#UUTNI #ruangpublik #partisipasisipil #TheIndonesianInstitute
Download File Materi dan Dokumentasi Policy Talks “Revisi UU TNI: Narasi Keamanan vs Kontrol Sipil”
The Indonesian Institute Center For Public Policy Research









