The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) melalui kajian Policy Assessment 2026 bertajuk “Koperasi Desa Merah Putih: Mampukah Mendorong Kemandirian Desa?” menemukan bahwa implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak hanya menghadapi tantangan pada aspek teknis, tetapi juga pada desain kebijakan, tata kelola kelembagaan, partisipasi masyarakat, serta keberlanjutan usaha. Kajian ini mendorong agar implementasi KDKMP dilakukan secara lebih kontekstual, adaptif, dan selaras dengan prinsip-prinsip koperasi serta kebutuhan masyarakat desa.
Diseminasi publikasi tersebut akan diselenggarakan dalam diskusi daring The Indonesian Forum Seri ke-134 bertema “Koperasi Desa Merah Putih dan Tantangan Demokrasi” akan dilakukan pada:
Hari/Tanggal: Kamis, 16 Juli 2026
Pukul:14.00–16.00 WIB
Tempat: Zoom Meeting & Live YouTube The Indonesian Institute
Narasumber:
1. Felia Primaresti (Manajer Riset dan Program, The Indonesian Institute)
2. Dr. Esther Sri Astuti, S.A. (Direktur Eksekutif, INDEF)
3. Lishia Erza (Ketua Komite Pengembangan Kewirausahaan, UKM, dan Ekonomi Inklusif, APINDO)
Download Rangkuman, Materi dan Dokumentasi TIF 134 – Koperasi Desa Merah Putih: Mampukah Mendorong Kemandirian Desa?
Akses kajian:https://www.theindonesianinstitute.com/policy-assessment-2026-koperasi-desa-merah-putih-dan-tantangan-demokrasi/
The Indonesian Institute Center For Public Policy Research









