Paste your Google Webmaster Tools verification code here
The INDONESIAN FORUM Seri 58 “DPR-RI Periode 2019-2014: Antara Kritik dan Harapan”

The INDONESIAN FORUM Seri 58 “DPR-RI Periode 2019-2014: Antara Kritik dan Harapan”

Hari, tanggal     :  Selasa, 29 Oktober 2019

Waktu                 :  14.00 – 16.00 WIB

Tempat               :  Kantor The Indonesian Institute (TII) Jl. HOS Cokroaminoto No.92 RT 2/RW 5, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10310 (sebelah kiri Dunkin Donuts Menteng)

Fokus Diskusi   :  DPR-RI Periode 2019-2014: Antara Kritik dan Harapan

 

Pasca dilantiknya 575 anggota parlemen periode 2019-2024, beberapa isu muncul ke permukaan. Mulai dari tingkat keterwakilan perempuan yang mencapai angka 20 persen, hingga angka pendatang baru di Senayan yang mencapai 65 persen. Akan tetapi, transisi yang terjadi juga tidak dilewati begitu saja oleh catatan dan pengawasan dari publik. Beberapa poin terkait kinerja anggota DPR periode sebelumnya mendapatkan banyak kritik bahkan rapor merah. Salah satu faktornya adalah soal ketimpangan antara target dan capaian legislasi DPR periode 2014-2019. Oleh karena itu, parlemen periode baru ini memiliki tantangan besar untuk menunjukkan kualitasnya dalam kinerja yang optimal.

Isu lain yang secara bersamaan muncul adalah soal kehadiran punggawa muda, generasi baru yang terjun ke pertarungan elektoral dan memenanginya. Belakangan, beberapa narasi yang meragukan signifikansi mereka mulai bermunculan. Dilatari oleh kenyataan bahwa sebagian kalangan muda yang berhasil lolos justru memiliki relasi dengan oligarki yang sudah mapan dalam kekuasaan. Padahal secara kuantitas, generasi muda ini pun sudah menghadapi tantangan lain, karena jumlah mereka yang minor dari total keseluruhan anggota parlemen periode 2019-2024.

Peran yang dimainkan oleh partai politik sebagai sebuah organisasi yang mengisi parlemen juga menjadi isu yang memiliki derajat kepentingan yang sama. Konstelasi partai pendukung pemerintah dan partai oposisi di parlemen pun patut diperhatikan. Karena hal tersebut bertautan dengan mekanisme checks and balances yang digunakan sebagai instrumen penjaga kewarasan publik, dalam arus tarik menarik kepentingan golongan yang sulit dihindari ketika menentukan arah kebijakan negara.

Untuk mendiskusikan catatan-catatan kritis serta harapan pada parlemen periode terbaru tersebut, diskusi bertajuk “DPR-RI Periode 2019-2014: Antara Kritik dan Harapandiadakan oleh The Indonesian Institute. Dengan mengundang sejumlah pihak yang memiliki kaitan dengan isu-isu   parlemen.

Bahan Diskusi:

  1. Apa saja catatan kritis untuk peran dan kinerja anggota DPR periode 2019-2024?
  2. Harapan terkait fungsi dan langkah strategis apa yang bisa dilakukan anggota DPR?
  3. Bagaimana signifikansi wajah baru, khususnya generasi muda di DPR, dalam menjalankan fungsinya sebagai legislator?

 

Pengantar diskusi oleh:

  1. Mardani Ali Sera, Anggota DPR Fraksi PKS.*
  2. Lucius Karus, Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia.
  3. Rifqi Rachman, Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute.

 

Moderator: Nopitri Wahyuni, Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute

 

Komentar