Paste your Google Webmaster Tools verification code here
Foto MediaIndonesia

Lawan Politik Takut Berkompetisi

Jakarta: Serangan negatif terhadap Presiden Joko Widodo mengindikasikan lawan politik tidak siap berkompetisi di Pemilu Presiden 2019. Sebabpopularitas dan elektabilitas Jokowi yang cukup tinggi.

“Justru adanya serangan itu mengindikasikan bahwa lawan-lawan politik Presiden tidak siap berkompetisi secara fair. Karena itulah mereka menggunakan negative campaign yang tidak terbukti kebenarannya,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai munculnya saat dihubungi Media Indonesia, 31 Juli 2017.

Sebelumnya diberitakan, ada tiga isu yang diprediksi masih terus dimainkan untuk menyerang Presiden Joko Widodo hingga Pilpres 2019. Tiga isu tersebut ialah anti-Islam, anggaran, dan dana haji. Hal itu disampaikan Wakil Sekjen DPP PKB Maman Imanulhaq dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu 30 Juli 2017.

“Kami tidak terlalu khawatir berlebihan karena apa pun kepemimpinan Pak Jokowi yang ke bawah bersama rakyat, itu merupakan jalan terbaik untuk mendapatkan dukungan rakyat. Kami meyakini isu-isu itu tidak akan laku di tengah rakyat,” ucap Hasto.

Lawan-lawan politik khawatir dengan kepemimpinan Jokowi yang merakyat.

“Kendati demikian, PDI Perjuangan bersama dengan seluruh kekuatan partai pengusung Pak Jokowi akan berkoordinasi lebih intens untuk menangkal berbagai isu yang tidak benar,” tegasnya.

Dipuji dunia

Menko Polhukam Wiranto mengaku heran dengan beragam pandangan negatif terhadap pemerintah. Ia mengatakan itu saat membuka silaturahim nasional Junior Chamber International (JCI) Indonesia 2017 di Hotel Sahid, 31 Juli 2017.

“Setiap presiden selalu ingin menciptakan keadilan dan kemakmuran. Pemerintah ingin membangun basic ekonomi baru, sementara ekonomi dunia sedang tidak begitu baik. Presiden Jokowi itu dipuji dunia internasional, tapi di dalam negeri kok dihujat?” kata dia.

Pengamat politik dari The Indonesian Institute Arfianto Purbolaksono mengatakan survei Gallup World Poll 2016 sebenarnya merupakan modal besar buat Jokowi.

Survei itu menempatkan Indonesia di urutan pertama sebagai negara dalam tingkat kepercayaan publik yang tinggi terhadap pemerintah.

“Yang terpenting dilakukan pemerintah saat ini ialah mempertahankan prestasinya dengan tetap fokus pada kerja-kerja pembangunan, terutama sektor ekonomi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan kebijakan dan capaian program-program pembangunan harus dapat terinformasikan dengan baik kepada masyarakat, melalui media massa dan media sosial. Hal itu penting buat referensi calon pemilih.

“Masyarakat pun dapat mengetahui tujuan sebuah kebijakan serta capaian pembangunan yang telah dilakukan,” tegasnya.

Sumber: Metrotvnews.com.

Komentar