Paste your Google Webmaster Tools verification code here

Author Archives: Muhamad Rifki Fadilah

Konsumsi Masyarakat Goyang, Perusahaan Tumbang

Indonesiainside.id, Jakarta – Peneliti bidang Ekonomi The Indonesian Institute, M Rifki Fadilah megatakan, ambruknya konsumsi publik akibat pandemi Covid-19 turut berimbas pada ketahanan industri. Publik cenderung menahan pengeluaran mereka, khususnya pada komoditas yang dianggap tidak begitu penting. “Salah satu penyebabnya karena memang drop dari sisi konsumsi. Masyarakat tidak mau berbelanja karena di situasi pandemi mereka cenderung menahan,” ujar dia kepada Indonesiainside.id, Kamis ...

Read More »

COVID-19, Global Value Chain dan Integrasi Ekonomi

Pandemi COVID-19 telah berhasil mengguncang dunia. Di negara asalnya, perekonomian Cina mengalami kontraksi sebesar minus 6,8 persen pada kuartal I-2020 (Biro Statistik Nasional China/NBS, 2020). Kontraksi ekonomi Negeri Tirai Bambu ini membawa dampak yang tidak ringan khususnya terhadap kinerja rantai pasok global yang turut terganggu. Sebagaimana kita ketahui, Cina merupakan salah satu pusat dari jaringan produksi atau hub jaringan produksi ...

Read More »

Analisis Pengamat Soal Penyebab Inflasi Rendah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Peneliti bidang Ekonomi, The Indonesian Institute (TII) Rifki Fadilah, mengatakan rendahnya inflasi pada April 2020 disebabkan oleh pelemahan daya beli masyarakat saat ini merupakan hal yang wajar. Kemudian saat ini indeks keyakinan konsumen berada juga dalam zona pesimistis. Ditambah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat penurunan penghasilan, baik gaji dan honor, maupun omzet usaha. “Hal ini ...

Read More »

Bank Indonesia Beli SBN di Pasar Primer, Ekonom: Jangan Khawatir

TEMPO.CO, Jakarta – Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute, M. Rifki Fadilah, menilai intervensi Bank Indonesia melalui kebijakan pembelian Surat Berharga Negara di pasar primer sebagai lender of last resort tidak perlu dikhawatirkan.  Dia mengatakan intervensi BI di pasar primer terhitung cukup kecil sehingga tidak akan membuat hyperinflasi. Intervensi Bank Indonesia ini hanya sebesar 25 persen atau sebesar Rp 125 triliun dari alokasi ...

Read More »

Inflasi Rendah Karena Daya Beli Melemah, Peneliti : Itu wajar

INFLASI yang terjadi pada April lalu termasuk rendah hanya 0,08% (mtm) atau 2,67% (yoy). Menurut Peneliti bidang Ekonomi, The Indonesian Institute, M. Rifki Fadilah rendahnya inflasi April 2020 disebabkan oleh pelemahan daya beli masyarakat. Pelemahan daya beli di tengah pandemi ini pun dikatakannya wajar terlebih indeks keyakinan konsumen berada dalam zona pesimistis. “Saat ini Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja turun menjadi ...

Read More »

Omnibus Law Diramalkan akan Lesatkan EODB Indonesia

OMNIBUS Law yang tengah dibahas DPR bersama Pemerintah dapat menjadi salah satu terobosan untuk meningkatkan peringkat Indeks Kemudahan Berusaha atau yang dikenal dengan Ease of Doing Business (EODB) 2020. Berdasarkan laporan Bank Dunia terkait EODB 2020, Indonesia menempati urutan ke-73 dari 190 negara yang disurvei. Beberapa indikator yang merupakan ketertinggalan Indonesia, antara lain Memulai Usaha, Konstruksi Perizinan, Pendaftaran Properti, Perdagangan ...

Read More »

Peniliti Sebut Omnibus Law Berpotensi Minimalisasi Korupsi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Peneliti Bidang Ekonomi dari The Indonesian Institute (TII) Rifki Fadila menilai, Omnnibus Lawa bisa meminimalisir terjadinyta praktik korupsi secara institusional di sektor manufaktur. Dia mengatakan, hal itu karena adanya pengurangan biaya transaksi pada perizinan usaha dan investasi. “Sektor manufaktur merupakan bidang yang paling rentan terkena biaya-biaya yang tidak diperlukan,” kata Rifki Fadilah dalam keterangan di Jakarta, Senin ...

Read More »

Pengamat : Omnibus Law Bisa Tingkatkan Peringkat Indeks Kemudahan Berusaha

Bisnis.com, JAKARTA – Rifki Fadilah, Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), menilai Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU)  dapat menjadi salah satu terobosan untuk meningkatkan peringkat Indeks Kemudahan Berusaha atau yang dikenal dengan Ease of Doing Business (EODB) 2020. Berdasarkan laporan Bank Dunia terkait EODB 2020, Indonesia menempati urutan ke-73 dari 190 negara yang disurvei. Beberapa ...

Read More »

Omnibus Law Diyakini Bisa Jadi Terobosan Tingkatkan Indeks Kemudahan Berusaha

Liputan6.com, Jakarta – Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) Rifki Fadilah menilai Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) dapat menjadi salah satu terobosan untuk meningkatkan peringkat Indeks Kemudahan Berusaha atau yang dikenal dengan Ease of Doing Business (EODB) 2020. Berdasarkan laporan Bank Dunia terkait EODB 2020, Indonesia menempati urutan ke-73 dari 190 negara yang disurvei. ...

Read More »

Peneliti Nilai Omnibus Law Dapat Tingkatkan EODB Indonesia

Jakarta, Gatra.com –  Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Rifki Fadilah menilai Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) yang tengah dibahas DPR bersama Pemerintah dapat menjadi salah satu terobosan untuk meningkatkan peringkat Indeks Kemudahan Berusaha atau yang dikenal dengan Ease of Doing Business (EODB) 2020. Data laporan Bank Dunia terkait EODB 2020, Indonesia menempati urutan ke-73 ...

Read More »