Konstelasi politik berubah dengan cepat pasca-pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI). Sehari setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyetujui SMI menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, malamnya Presiden langsung bertemu dengan para pimpinan parpol mitra koalisi dan para menteri dari unsur parpol. Kesepakatan penting dari pertemuan itu adalah membentuk sekretariat bersama (sekber) – kemudian dikoreksi menjadi sekretariat gabungan (sekgab) – partai koalisi. Secara momentum, sulit untuk tidak mengaitkan pembentukan sekgab koalisi dengan beberapa peristiwa politik, seperti rencana pengunduran diri SMI, maraknya kasus pajak dan beberapa kasus hukum yang melibatkan beberapa politisi, terutama politisi Partai Golkar, serta isu penggalangan hak menyatakan pendapat oleh DPR terkait kasus Centurty. Di titik inilah kehadiran sekgab koalisi tetap memicu kontroversi dan mengundang kecurigaan bahwa telah terjadinya politik transaksional dan politik kartel. Update Indonesia kali ini mengangkat tema utama tentang problematika pembentukan sekgab partai koalisi
.
Update Indonesia kali ini juga mengangkat tema-tema penting di beberapa bidang. Di bidang ekonomi dan keuangan tentang situasi ekonomi global pasca krisis Yunani dan tentang konsekuensi ekonomi pasca pengunduran Sri Mulyani Indrawati. Bidang politik mengangkat tema tentang pemberlakuan UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan mengenai reformasi birokrasi pasca pengunduran Sri Mulyani Indrawati. Di bidang sosial mengangkat tema mengenai biaya pendidikan di perguruan tinggi tahun 2010/2011 dan tentang empat tahun tragedi lumpur Sidoardjo.
Penerbitan Update Indonesia dengan tema-tema aktual dan regular diharapkan akan membantu para pembuat kebijakan di pemerintahan dan lingkungan bisnis, serta kalangan akademisi dan think tank internasional dalam mendapatkan informasi aktual dan analisis kontekstual tentang perkembangan ekonomi, politik, sosial dan budaya di Indonesia.
Selamat membaca.
Download/view


