www.theindonesianinstitute.com

Adinda Tenriangke Muchtar

Mendorong Jurnalisme Damai

E-mail Cetak PDF
Di tengah kerentanan bangsa dengan maraknya konflik lokal dan tindak kekerasan yang anarkis, pemberian penghargaan jurnalisme televisi untuk perdamaian dan kulturalisme tanggal 30 September lalu di Jakarta oleh Yayasan Sains, Estetika dan Teknologi (SET) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), bersama dengan USAID dan Program SERASI, ikut memberikan pencerahan dan mengingatkan kembali pentingnya jurnalisme damai dalam masyarakat yang beragam seperti di Indonesia.

Apalagi pada tanggal 1 Oktober lalu, Hari Kesaktian Pancasila, seyogyanya ikut menyadarkan kembali bangsa ini akan makna Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di bumi pertiwi, baik perkataan, perbuatan, dan tingkah laku sehari-hari. Sangat disayangkan dan memprihatikan apa yang selama ini terjadi. Beberapa peristiwa konflik terkini yang memprihatinkan seperti konflik di Tarakan, Ampera, serta serangan balik teroris telah mendominasi pemberitaan di media massa, termasuk televisi.

 

Rumah Aspirasi (Dewan Perwakilan) Siapa?

E-mail Cetak PDF

Setelah diserang dengan kritik terkait mandeknya Kasus Century, dana aspirasi, serta dana percepatan pembangunan daerah tertinggal, dana renovasi gedung DPR yang mencapai Rp 1,6 triliun, bahkan situs porno di DPR, DPR kembali dikritik. Tidak hanya terkait studi banding yang dilakukan ke beberapa negara, seperti Jerman, Perancis, dan Maroko, namun juga yang terkini adalah terkait prioritas DPR untuk mengajukan dana rumah aspirasi dalam APBN 2011 sebesar Rp 209 miliar pertahun.
 

Membaca Sekber Koalisi

E-mail Cetak PDF
Penetapan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Koalisi Partai pendukung pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono akhir pekan, menggantikan peran koordinator Hatta Rajasa, telah mengundang polemik hangat. Terlebih, gerilya partai koalisi yang terkesan reaktif, jika tidak strategis, tepat beberap hari setelah Sri Mulyani diumumkan akan menjadi salah satu managing director di Bank Dunia. 
 

Pemborosan Cara Parlemen

E-mail Cetak PDF
Pengadaan komputer baru lengkap dengan printernya senilai 16 juta rupiah untuk 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2009-2014, yang berasal dari anggaran DPR 2009, kembali menambah kesan buruk DPR. DPR kembali menunjukkan ketidakpekaannya melalui pengadaan komputer baru tersebut. Masalah ketidakpekaan DPR dan tidak transparannya penganggaran dan pengalokasian anggaran DPR bukan hal baru. Beberapa kali DPR dikritik terkait masalah anggaran tersebut.

Sebelumnya, sudah ada rencana pemberian cendera mata untuk 550 anggota DPR periode 2004-2009 berupa cincin emas, renovasi ruangan anggota DPR, pembuatan pagar DPR, serta kenaikan tunjangan operasional DPR, yang masih terngiang dalam ingatan publik. Kini, DPR masih disorot, terutama dalam kaitannya dengan kinerja Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century berikut masalah etika (retorika dan komunikasi para anggota dan pemimpin Pansus) yang memprihatinkan dan tidak menunjukkan wajah parlemen yang profesional dan beretika. Belum lagi kinerja legislasi dan masalah prioritas program legislasi nasional (Prolegnas) 2010-2014 yang masih harus diemban dan menjadi tantangan tersendiri, baik dari sisi substansi, teknis, maupun kuantitas bagi DPR dan relevansinya dengan kepentingan rakyat.

 

Menguji Rencana Gencar Koalisi

E-mail Cetak PDF

Hasil rekapitulasi manual Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mencakup sekitar 31,6 juta suara secara langsung maupun tidak langsung telah mengusik rencana dan geliat gencar partai-partai yang sudah sibuk bergerilya membangun strategi dan memburu koalisi untuk mendapatkan pasangan yang tepat sejak hasil tabulasi nasional dan hasil quick count lembaga-lembaga survey dilansir.

 
Halaman 1 dari 2
You are here: Home Publikasi Artikel Opini Adinda Tenriangke Muchtar