Dewan Direksi

Raja Juli Antoni (Toni). Direktur Eksekutif

Raja-Juli-Antoni

Raja Juli Antoni (Toni). Direktur Eksekutif The Indonesian Institute

Lahir di Pekanbaru 13 Juli 1977. Menyelesaikan studi IAIN (sekarang UIN) Jakarta pada tahun 2001 dengan menulis penelitian berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci. Tahun 2004 mendapatkan beasiswa Chevening Award untuk studi master di the Department of Peace Studies, the University of Bradford, Inggris. Merampungkan tesis master dengan judul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.

Pada tahun 2010 dengan beasiswa dari Australian Development Scholarhip (ADS), meneruskan studi doctoral di School of Political Science and International Studies, the University of Queensland, Australia. Telah menyelesaikan PhD dissertation berjudul Religious Peacebuilders: the Role of Religion in Peacebuilding in Conflict Torn Society in Southeast Asia, dengan mengambil studi kasus Mindanao (Filipina Selatan) dan Maluku (Indonesia). Menjadi direktur eksekutif MAARIF Institute (2005-2009) dan mulai Agustus 2014 menjadi direktur eksekutif The Indonesian Institute (TII). Aktif menulis di Kompas, Tempo, Republika, Detik.com dll.

 

Adinda Tenriangke Muchtar. Direktur Program

dindaLahir di Jakarta pada 31 Mei 1978. Adinda Tenriangke Muchtar adalah Direktur Program The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII). Adinda juga adalah Analis Politik (Demokrasi, Reformasi Tata Kelola Pemerintahan dan Otonomi Daerah) di TII. Fokus kajiannya adalah tata pemerintahan (good governance), khususnya yang berkaitan dengan lembaga legislatif, kebijakan publik dan proses kebijakan, isu gender, pembangunan, otonomi daerah, serta kajian internasional.

Adinda adalah The First Indonesian Sumitro Fellow tahun 2007 dengan topik kajian tentang Peran NGO Amerika dalam mendorong demokratisasi dan reformasi tata pemerintahan di Indonesia. Adinda mendapatkan gelar Sarjana Sosial dari Departemen Hubungan Internasional FISIP UI tahun 2001 dan Master of International Studies dari The University of Sydney tahun 2003 dengan beasiswa dari Australian Development Scholarships (ADS) AusAID.

Sebelum bergabung di TII sebagai Peneliti Senior di bidang politik pada tahun 2005, Adinda adalah Asisten Program Penguatan Legislatif di National Democratic Institute for International Affairs (NDI) Indonesia (2002), sebelum menjadi Program Officer (2004). Ia juga pernah membantu Program Civil Society Organizations di NDI dalam program pemantauan Pemilu 2004.

Selain menjadi narasumber dalam talk show di televisi dan radio, Adinda juga dipercaya menjadi moderator dan fasilitator dalam beberapa kegiatan baik yang dilakukan TII maupun lembaga lain. Sejak Februari 2009, Adinda juga menjadi Dosen paruh waktu di Program Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina dan mengajarkan beberapa mata kuliah, seperti Praktik Diplomasi dan Aktor Non-Negara dalam Hubungan Internasional. Saat ini Adinda tengah melanjutkan studi di Victoria University of Wellington (Program PhD Development Studies) dengan beasiswa dari New Zealand Aid.

 

Komentar